Guru dan Siswa SMAN 1 Tenggarang Antusias Donor Darah

BONDOWOSO, Radar Ijen – Puluhan guru dan siswa SMAN 1 Tenggarang Kabupaten Bondowoso antusias berbagi semasa pandemic COVID-19. Mereka ikut sedekah darah dalam kegiatan donor darah yang digelar atas kerjasama PMR SMAN 1 Tenggarang, Darma Wanita Persatuan SMAN 1 Tenggarang dan KSR Unit PMI Kampus Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso. Tentu, donor darah diselenggarakan oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bondowoso.

Puluhan guru dan siswa sejak pukul 08.00 antri mengikuti kegiatan donor darah yang dipusatkan di Aula SMAN 1 Tenggarang. Bahkan, pengurus PMR Wira SMAN 1 Tenggarang juga tampak aktif membantu proses donor darah. Termasuk sejumlah ibu-ibu pengurus darma wanita persatuan SMAN 1 Tenggarang ambil bagian.


“Kegiatan donor darah ini bentuk sinergitas PMR Wira SMAN 1 Tenggarang bersama UDD PMI Bondowoso, KSR PMI UNej Kampus Bondowoso, ini bentuk kepedulian kami terhadap sesama,” kata kepala SMAN 1 Tenggarang Drs Bambang Subiantoro kepada Jawa Pos Radar Ijen kemarin.
Ika Wijayanti SE MPd Waka Humas SMAN 1 Tenggarang menjelaskan, kegatan donor darah sebagai bentuk bakti sosial, sedekah para relawan pendonor untuk sesama yang membutuhkan darah. Pasalnya, saat pandemic COVID-19 jumlah pendonor menurun. “Pelaksanaan donor darah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kegiatan ini akan kami upayakan rutin digelar di SMAN 1 Tenggarang,” terangnya.


Dan, ternyata antusiasme guru dan siswa luar biasa. Banyak guru dan siswa yang antri untuk donor darah. Mereka tampak ingin bisa membantu sesama melalui kegiatan donor darah yang dilakukan PMR Wira SMAN 1 Tenggarang.


Sri Nuryati, guru PPKN SMAN 1 Tenggarang mengaku senang bisa ikut donor darah. “Saya baru pertam kali ikut donor darah, saya senang bisa ikut membantu sesama menyumbangkan darah untuk sesama,” imbuhnya. Dia mengaku, awalnya takut untuk donor tetapi setelah proses donor darah enjoy saja.
Anggi Siswa kelas XII SMAN 1 Tenggarang juga mengaku baru donor pertama kali. “saya baru 17 tahun, baru ikut donor pertama kali, awalnya takut juga sih tetapi ternyata tidak sakit saat donor,” ungkap Anggi. (ika/aro)

Related Posts